Banyak sekali teladan baik dari para sahabat Rasulullah Saw., di antaranya ada para sahabat yang dijuluki As-Sabiqun Al-Awwalun yaitu orang-orang yang pertama kali masuk Islam yang ikut hijrah ke Madinah.
Akar kalimat as-Sabiqun dalam bahasa Arab adalah Sabaqa (سَبَقَ) yang artinya mendahulukan, pergi sebelum, lebih dahulu, melampaui.
Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku
Allah Swt, berkuasa menciptakan dua aliran air ( air tawar nan segar dan air asin nan pahit). Di laut, tersimpan banyak sekali mutiara. Di laut pun, kita bisa mendapatkan ikan-ikan segar dan bisa melayarkan kapal-kapal (ayat 12). Allah Swt. juga berkuasa mengatur panjang pendek waktu malam dan siang tanpa mengganggu keseimbangan perputaran matahari, bulan dan bumi ( ayat 13). Namun sayang, ada orang yang menolak petunjuk Allah Swt.!
Mengembangkan Kecerdasan Musikal
Anak-anak merasakan kebahagiaan ketika mereka bergoyang, menari, bertepuk tangan, dan bernyanyi bersama seseorang yang mereka cintai dan percayai. Momen ini bisa digunakan oleh orangtua untuk membantu pembentukan dan perkembangan mental, emosi, serta keterampilan sosial dan fisik anak dengan mendengarkan musik bersama-sama.
Untuk menciptakan momen itu, Cerita Binatang Berima Dua Bahasa, I Love My Al-Quran sengaja hadir dengan sentuhan musik dalam bentuk CD audio yang berisi lagu dengan gaya bercerita dan cerita yang dituturkan dengan lisan. Dengan begitu, akan terjadi umpan balik positif dan juga energi positif yang membuat otak anak menjadi efektif. Manfaat lain dari musik, yakni memperkenalkan anak pada dunia yang lebih luas, seperti ekspresi emosi, kreativitas, dan keindahan. Hebatnya lagi, musik dapat meningkatkan keterampilan membaca, menulis, mengingat, dan menghafal.
Cerita sebagai Alat Penggali Ilmu Pengetahuan
Sejak lama, cerita merupakan alat yang paling ampuh untuk menggali dan menyampaikan ilmu pengetahuan agar mudah diterima dan dipahami, terutama oleh anak-anak. Pada zaman prasejarah, manusia mulai menceritakan pengalaman hidupnya melalui simbol-simbol dan gambar-gambar (visual).
Selanjutnya, budaya lisan menuturkan cerita orang-orang terdahulu, sebagai media penggali dan penyampai ilmu pengetahuan. Bahkan, kalau kita amati lebih jauh lagi, setiap hari, kita terutama anak-anak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan melalui cerita dari mulai pola yang sangat sederhana, yaitu berupa obrolan dengan teman atau keluarga, atau pola lainnya yang lebih sistematis, seperti buku, radio, hingga film. Dengan demikian, cerita dapat disampaikan melalui berbagai media, seperti lisan, teks, gambar (visual), musik, lagu, dan gerak.