Teman silih berganti, keluarga tempat kembali. Begitulah kata pepatah. Setiap orang di dunia memerlukan rumah, tempat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga setelah seharian di sekolah, di tempat bermain, atau di kantor. Akan tetapi, mengapa bentuk rumah di berbagai pelosok dunia berbeda-beda ?
Menyesuaikan dengan alam
Banyak rumah dibangun menyesuaikan dengan keadaan alam. Oleh karena itu, rumah-rumah di daerah dingin berbeda dengan rumah di daerah panas.
Rumah pencakar langit
Di kota besar, tanah sangat terbatas dan mahal. Maka dibangunlah perumahan bertingkat supaya menghemat lahan maupun biaya. Nama perumahan bertingkat ini bermacam-macam, seperti kondominium, apartemen, flat, dan rumah susun.
Rumah di perut bumi
Lubang-lubang yang menyerupai kawah-kawah kecil itu, ternyata rumah. Di
lorong bawah tanah itu, orang-orang suku Trodgalit di Tunisia tinggal. Mereka sudah hidup dengan cara ini sejak 2000 tahun yang lalu. Pemerintah Tunisia, pernah
member mereka perumahan. Tetapi, suku ini lebih suka tinggal di lubang daripada di rumah biasa.
Rumah yang dapat pindah
Orang Mongolia hidup berpindah-pindah. Mereka selalu mencari tempat yang menyediakan cukup makanan untuk keluarga dan ternak. Mereka tinggal di rumah yang dinamakan, Yurt. Rumah itu bias dibangun dan dilipat.
Rumah kaum Tsamud
Kaum Tsamud membuat rumah dari gunung batu. Mereka aman di dalamnya. Kemudian, rumah kaum Tsamud hancur karena mereka sombong dan tidak suka berbuat baik. Bahkan, mereka ingin mencelakai Nabi Shaleh as.
Rumah dari es
Pada musim dingin, orang Eskimo tinggal di rumah Iglo. Rumah ini terbuat dari balok-balok es yang disusun. Anak-anak Eskimo, sangat senang tinggal bersama keluarganya.
Rumah Panjang
Masyarakat Iban hidup di rumah panjang. Ada sekitar 70 keluarga hidup disini.
Rumah Istimewa
Ada beberapa jenis rumah dibangun untuk upacara keagamaan atau adat.
- Perempuan Masai di Afrika, membangun rumah suci, yang disebut Osinkira. Rumah ini dibuat untuk upacara pengukuhan prajurit muda. Rumah ini akan dibakar setelah upacara selesai.
- Masyarakat Papua Nugini, membangun rumah suci, namanya Haus Tambarans. Di rumah ini, diselenggarakan upacara adat.
Dicuplik dari : Ensiklopedi Bocah Muslim , Jilid 4 “Masyarakat dan Bangsa”








Assalamu'alaikum .. Saya Dian Candra. Kami adalah Book Advisor PT Mizan Dian Semesta, salah satu unit usaha dari Mizan Publika yang membantu keluarga muslim dalam menciptakan kegiatan belajar di rumah.


Komentar terakhir