Ibadah Sa’i adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah, sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Dan, ketika melintasi Bathnul Waadi, yaitu kawasan yang terletak di antara Bukit Shafa dan Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau), para jamaah pria disunahkan untuk berlari-lari kecil, sedangkan untuk jamaah wanita berjalan cepat.
Sewaktu Ismail dan ibunya (Siti Hajar) hanya berdua dan kehabisan air untuk minum di lembah pasir dan bukit yang tandus, Siti Hajar pergi mencari air pulang pergi dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.
Saat yang ketujuh (terakhir), ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya di bawah telapak kaki Ismail. Air itu adalah air zam-zam.
Ibadah Sa’i ini terdapat dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 158:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Dalam Tafsir ILMA Surah Al-Baqarah, kandungan ayat 158, disebutkan:
Ibunda Hajar dan bayinya
(Nabi Isma’il a.s.) tinggal di gurun pasir yang sepi. “Oaaa … oaaa …!” si Bayi menangis kehausan. Ibunda Hajar bingung dan merasa takut. Lalu, dia berdoa. Setelah berdoa, dia pun berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah untuk mencari air. Sementara itu, kaki si Bayi yang meronta-ronta telah menepikan pasir di sekitarnya. Dari sana, memancarlah air. Peristiwa ini diabadikan saat ibadah haji (sa’i) agar manusia bisa belajar dari perjuangan Ibunda Hajar dalam mengatasi kesulitan. Ini bukti semangat
tidak pernah mati.








Assalamu'alaikum .. Saya Dian Candra. Kami adalah Book Advisor PT Mizan Dian Semesta, salah satu unit usaha dari Mizan Publika yang membantu keluarga muslim dalam menciptakan kegiatan belajar di rumah.


Komentar terakhir