Takwa berasal dari kata waqa (وَقَى), yaqi (يَقِى), wiqayah (وِقايةً), yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh dan konsisten (istiqamah).
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4)
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
Dalam tafsir ILMA Surah Al-Baqarah, kandungan ayat 3-4, disebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa adalah sebagai berikut:
(1) menyadari bahwa belajar sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan yang lain;
(5) memercayai petunjuk Allah Swt. yang diturunkan kepada Rasulullah Saw.
dan para rasul terdahulu; serta
(6) memercayai adanya Hari Akhir.








Assalamu'alaikum .. Saya Dian Candra. Kami adalah Book Advisor PT Mizan Dian Semesta, salah satu unit usaha dari Mizan Publika yang membantu keluarga muslim dalam menciptakan kegiatan belajar di rumah.


Komentar terakhir