Keranjang Belanja
Keranjang Belanja Anda masih kosong
artikel2 untuk orang tua
Pengaruh televisi dalam keluarga Indonesia tampaknya sudah demikian kuat menyatu dengan keseharian masyarakat. Data Bank Dunia tahun 2004 menunjukkan, ada 65 persen lebih rumah tangga pemilik televisi di Indonesia. Bentuk media audio visual yang menarik dan lengkap dari si ”tabung ajaib” menjadikan ia lebih digandrungi dibandingkan dengan produk budaya lain, seperti buku. Hiburan yang disajikan [...]
Tradisi membaca yang kurang diminati tentu amat disayangkan. Apalagi kalau mengingat banyak orang sukses di negeri ini memulai kariernya dari kebiasaan membaca. Budaya membaca selayaknya tumbuh dari keluarga, dengan orang tua yang memegang peran utama.
Bersikap “keras” dalam mendidik anak sungguh sangat bermanfaat. “Keras” disini berarti membiasakan anak hidup dalam keadaan sulit, tidak selalu dipenuhi hasrat dan keinginannya.
Pemenuhan hasrat dan keinginan secara terus menerus justru akan merusak anak itu sendiri, karena mereka terbiasa hidup enak.
Suatu ketika anak perlu dihidangkan mungkin hanya sepotong roti, nasi dengan lauk sekedarnya, memberikan uang saku [...]
Sejauh-jauh kaki melangkah, umur kita akan berakhir juga. Kelak, di suatu waktu yang kita tak pernah tahu kapan datangnya, Allah Ta’ala akan mengirimkan utusan-Nya untuk menemui kita dan mengantarkan ruh kita ke hadapan-Nya. Akan ada tangis dan rasa kehilangan bagi orang-orang yang kita tinggalkan, meski tangis itu mungkin tertahan di dalam dada. Akan ada doa-doa [...]
Sejak awal Tia tidak ingin repot dengan urusan anak yang riuh rendah. Tetapi keinginan untuk punya anak ada. Betapa pun, rasanya belum lengkap pernikahan tanpa hadirnya keturunan. Itu sebabnya, dari awal menikah Tia merasa perlu membicarakan dengan suaminya.
“Saya mau punya anak satu,” kata Tia, “Biar bisa mendidik dengan lebih baik, bisa memberi perhatian yang optimal, [...]
Toleransi tanpa ketegasan adalah ketidakberdayaan. Sedangkan ketegasan tanpa ilmu adalah keberingasan. Tanpa berpijak pada prinsip yang kokoh dan jelas semenjak dini, anak-anak akan kehilangan orientasi hidup yang menjadikan dirinya bermakna. Betapa banyak bangsa yang meraih kemajuan fisik luar biasa, tetapi jiwa mereka kering dan hidup mereka hampa. Bukankah Jepang mencapai kemajuan dan kemakmuran luar biasa? [...]