+62 878 8711 8706 (Ocha) adm.bukuanakmuslim@gmail.com
Buku Anak - Belajar di Rumah

5 Alasan

 

1.  Tahun tahun yang paling berdampak, adalah justru sebelum anak masuk sekolah

Sejak lahir, kita, anak anak kita telah dikaruniai Tuhan computer paling canggih sebesar kepalan tangan di kepala kita yaitu otak. Kapasitas  otak kita kurang lebih setara dengan 500 set ensiklopedia  terdiri dari 100 miliar neuron, masing2 neuron memiliki 20 ribu koneksi. Setiap kita latih otak kita dengan rangsangan yang baik diantaranya dengan membaca, maka setiap koneksi itu akan melahirkan   20 ribu koneksi baru. Dan sebaliknya, jika kita tidak merangsang otak kita, dengan rangsangan positif, maka koneksi otak kita akan banyak yang menyusut.

 

Wiring The Brain - Perkembangan jaringan saraf otk bayi

Wiring The Brain – Perkembangan jaringan saraf otk bayi

Prinsipnya adalah,

USE IT, OR Loose IT !

Kalau tidak digunakan, pasti akan kehilangan.  Kapan kita harus memberikan rangsangan pada otak ? Sebetulnya bisa kita lakukan sejak bayi dalam kandungan.  Perkembangan otak anak melesat cepat pada usia balita . 50 % perkembangan otak anak sudah tercapai pada usia 5 tahun. Masa2 inilah yg sering disebut masa golden age.  Masa ini tidak pernah bisa diulang. Lonjakan perkembangan otak anak berakhir pada usia 10 tahun. Jika kita tidak benar memanfaatkan masa-masa ini, maka pasti penyesalan yang akan kita alami.

2.       Pentingnya mengembangkan Kecintaan Membaca dan Kegemaran Belajar di rumah

Ibu membacakan buku anaknya

Ibu membacakan buku anaknya

Kegemaran membaca pada Anak bisa dilatih sejak dini dengan cara sering membacakan buku kepada anak.  Manfaat membacakan cerita pada anak, akan meningkatkan kemampuan membaca anak, kemampuan mendengar dengan baik dan kemampuan berkomunikasi. Selain itu juga akan menambah daya imajinasi dan kreatifitas anak, kemampuan memecahkan masalah serta merupakan pengalaman kebersamaan yang luar biasa,

Menurut Dr Utami Munandar :  “Setiap anak harus mengalami Universitas Pangkuan” . Saat membacakan cerita, orang tua cenderung berada di samping anak, mengadakan kontak fisik seperti memeluk atau membelai kepala anak. Kontak fisik yang terjadi membuat anak merasa nyaman dan akrab dengan orang tuanya. Saat membacakan cerita terjadi interaksi, transfer nilai, pemahaman dan kesepakatan bersama yang membuat anak merasa dekat secara emosional dengan orangtuanya.

 

3.       Anak melewatkan waktu lebih dari dua kali lipat banyaknya dirumah dibanding disekolah

Pie Chart

Pie Chart

Jika anak mulai masuk sekolah usia 4 tahun, maka jam bangun yang sudah dilewatkan dirumah adalah sebanyak 175.00 jam. Bahkan saat mereka mulai sekolah, mereka tetap akan menghabiskan waktu dirumah bersama kita 5 bulan dalam setahun

Menjadikan Rumah tempat belajar

Menjadikan Rumah tempat belajar

Ini menjadikan rumah  sebagai tempat yang paling penting untuk belajar, dan kita adalah guru yang terpenting bagi anak kita. Anak membutuhkan sebuah program yang seimbang yang menjawab kebutuhan fisik, intelektual dan emosi mereka.

.

4.       Anak anak sekarang berbeda

Anak sekarang dan teknologi

Anak sekarang dan teknologi

  • Mereka lebih cerdas.

Peningkatan dari hasil test kecerdasan memperlihatkan bahwa anak anak sekarang jauh lebih cerdas dibandingkan generasi sebelumnya.

  • Mereka dapat melakukan beberapa hal sekaligus. ”Otak anak anak mungkin telah mengalami perubahan sehingga mereka mampu menyeimbangkan dan berkonsentrasi dibandingkan orang yang lebih dewasa.
  • Anak anak sekarang lebih berpengalaman dengan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya.
  • “Studi Klinis, otak anak anak dapat dengan cepat beradaptasi dan mengakomodir semua teknologi yang baru, yang sering mereka mainkan.”

Apakah artinya ini bagi para guru dan orangtua ?

Anak anak sekarang belajar dengan cara yang berbeda; rentang perhatian mereka lebih pendek. Metode pengajaran yang tradisional mungkin menjadi tidak efektif. Karena itu kita harus menyediakan materi belajar yang  lebih interaktif untuk menarik perhatian mereka dan mempertahankannya.

.

5. Sekolah saja tidak dapat mempersiapkan anak anak kita menghadapi dunia yang semakin penuh kompetisi ini

Competition

Competition

Kompetisi semakin meningkat dari hari ke hari dalam memasuki sekolah sekolah yang baik maupun masuk perguruan tinggi, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi diluar negri, untuk mendapatkan pekerjaan, maupun untuk dalam bidang bisnis.

Merupakan Tanggung jawab kita sebagai orangtua, untuk menyediakan perangkat pembelajaran dengan teknologi, untuk memperkaya pengalaman belajar mereka sejak usia dini

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~