+62 878 8711 8706 (Ocha) adm.bukuanakmuslim@gmail.com

Peradaban Islam di Madinah

Topografis Madinah cenderung lebih landai dengan cuacanya yang lebih ramah dan sejuk pada musim dingin. Madinah dikelilingi oleh tanah-tanah perkebunan yang subur. Di sinilah terdapat paling banyak varietas kurma di jazirah Arabia termasuk kurma ajwa’ yang merupakan kurma Nabi dan kurma termahal. Dibuku Peradaban Islam di Madinah ini kita mendapatkan pencerahan tentang demografi Madinah, tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Qiblatain, Masjid Tujuh, Masjid Abu Bakar, Masjid Utsman, Masjid Sayyidina Ali, Masjid al-Ghumamah, Masjid al Mustarah, Masjid Abi Dzar, Masjid Bilal, medan perang Uhud, tempat Rasul bersembunyi dan Jabal Magnet atau Manthiqatu al- Baidho. Dibahas juga Makam Rasulullah SAW dan Masjid Nabawi mulai dari Raudhah, Mimbar, Mihrab, ar-Raudhah, tiang-tiang bersejarah, ash-shuffah, perpustakaan, menara, kubah hidrolik, dan infrastruktur pendukung masjid.

13103501_10205905256101778_781254811205094026_n
Bani Sa’idah termasuk keturunan dari Khadraj. Lokasi perkampungan mereka berada di sebelah barat Masjid Nabawi.

Di bani Sa’idah dijumpai beberapa tokoh diantaranya adalah Sa’ad bin Ubadah, seorang penunggang kuda yang sangat pemberani dan menjadi ketua Bani Sa’idah serta tokoh sentral kaum Anshar.

Sa’ad sudah bisa menulis pada masa jahiliyah. Dia juga pandai berenang dan melempar tombak, bahkan termasuk orang yang terbaik dalam hal berenang dan memanah.

 11139447_979385942142824_8975163987706283402_n

 

Masjid Nabawi dibangun pada tahun ke-1 Hijriyah. Pada mulanya, luas area masjid Nabawi sekitar 850,5 m2 dengan ketinggian 2,9m2.

Atapnya terbuat dari pelepah kurma dan dilapisi tanah liat. Dalam pembangunan masjid ini, Rasulullah SAW turut serta dalam membangunnya, bahkan beliau turut memikul dan membawa batu.

Pada masa Rasulullah SAW dan Khulafa’Rasyidin, masjid Nabawi tidak memiliki menara. Orang pertama yang membangun menara masjid Nabawi adalah Umar ibn Abdul Aziz pada tahun 93 H.

13062141_10205858888342613_5836099432146592033_n

Lebih dari 150 tahun silam, di kota suci Madinah sudah terdapat sebuah perpustakaan yang bernama “Perpustakaan Syaikhul Islam Arif Hikmat”.

Selain itu, terdapat juga perpustakaan tua yang dibangun pada tahun 1272 H atau 1850 M, yaitu “Perpustakaan Al-Mahmudiyyah” yang terletak di bagian barat Masjid Nabawi tepatnya di Pintu Ash Shiddiq.

Di lantai 2 Masjid Nabawi sebelah utara juga ada perpustakaan lho… Terdapat 4.809 buku cetak dan 554 buku manuskrip di Perpustakaan Masjid Nabawi ini.

 

Sumber:
Ensiklopedia Peradaban Islam (EPI) Jilid Madinah