+62 878 8711 8706 (Ocha) adm.bukuanakmuslim@gmail.com

Parents,, ada yang pernah mengalami ini?

Sebagian besar orang tua pernah mengalami hal ini ya. Bahkan tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia pernah mengalami. Jadi kata kuncinya, setiap anak sama. Punya rasa ingin tahu yang besar.

Problema orang tua, banyak sekali pertanyaan anak-anak yang tidak bisa kita jawab. Kalaupun dijawab ya jawabannya ala kadarnya. Padahal yang harus kita tahu, ketika anak bertanya, anak itu sedang memberi asupan untuk anaknya. Seperti kalau kita lapar, maka kita harus makan. Ketika anak bertanya. Berarti otaknya sedang “lapar”. Memberi makan kepada otak anak sama pentingnya dengan memberikan makan perutnya.

Berikut ini adalah rumus makanan otak : ONLI

  1. Oksigen
  2. Nutrisi
  3. Love
  4. Informasi

Sebagai orang tua, kita harus segera mungkin memberikan stimulasi untuk anak kita.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan The United Nation of Education Social and Cultural (Unesco) tahun 2012, jumlah masyarakat yang memiliki minat baca hanya 1:1.000. Artinya, dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya satu yang memiliki minat baca. Sisanya, 999 orang, kurang memiliki keinginan untuk membaca.

Berdasarkan data tersebut, berarti dari 255 juta jiwa penduduk Indonesia terdapat 255 ribu orang yang suka membaca. Dan, sebanyak 252,45 juta jiwa tak ada keinginan untuk membaca. Sungguh sangat memprihatinkan bila melihat angka tersebut.

Ada perasaan miris, sedih, dan keresahan. Upaya founding fathers bangsa ini untuk menjadikan Indonesia semakin maju tampaknya masih jauh dari harapan. Jangankan hendak membandingkan dengan negara adidaya, seperti Amerika Serikat yang setiap warganya sudah membaca minimal sebanyak tujuh buku dalam setahun, dengan Jepang, bahkan Malaysia pun kita masih jauh. Dalam setahun, sedikitnya masyarakat Jepang membaca tiga hingga empat judul buku baru, sedangkan di Malaysia warganya paling sedikit satu buku dibaca oleh tiga orang.

Bagaimana dengan bacaan warga negara Indonesia (WNI)?

Mari kita lihat data Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2015. Dari 711 anggota Ikapi yang aktif, jumlah buku yang diusulkan untuk mendapatkan International Standard Book Number (ISBN) sebanyak 44.128 judul baru. Bila dirata-rata, dari 711 penerbit itu hanya menerbitkan sekitar 62 judul per tahun.

Lalu, jika itu dibagi kepada seluruh masyarakat yang memiliki minat baca (255 ribu orang) maka satu buku baru dibaca oleh enam sampai tujuh orang per tahun. Akan semakin mencengangkan bila jumlah buku baru yang terbit itu dibagi kepada seluruh warga negara Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Yakni, dari 5.715 orang hanya satu yang membaca buku baru. Alangkah menyedihkannya.

Dengan melihat potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak anak kita dengan karunia kecerdasan yang sudah dititipkan oleh Tuhan melalui sel sel otak anak anak kita, maka tanggung jawabnya ada pada kita sebagai ortu membuat anak anak kita gemar membaca, gemar belajar, memiliki budi pekerti dsb.

Sebenarnya kenapa siihh…sampai minat baca di Indonesia kurang?

Siapa yg salah disini ?
Atau apa yg salah disini.
Apa iya anak anak tdk suka membaca ?

Anak Banyak Bertanya =Anak Cerdas?

Membacakan buku kepada anak dapat membentuk atau menjadi seorang pembaca yg secara signifikan akan meningkatkan potensi keberhasilan anak baik dalam bidang akademik maupun dalam kehidupan.

Ayah bunda….rumah memegang peranan penting sebagai sekolah yg pertama dan terutama dan orangtua adalah guru yang pertama dan terpenting bagi Anak

Pangkuan ayah dan bunda adalah Madrasah pertama seorang Anak.

Mother’s lap is the first classroom in the world.

Berikutnya tugas kita adalah mencari buku buku yang bisa membantu kita dirumah. Kita bukan orangtua super yg tau segala hal sehungga kita membutuhkan tools yang tepat sebagai “profesional assistant” bagi kita para professional parent.

Carilah buku buku yang menggugah rasa ingin tahu mereka.
Mengembangkan rasa ingin tahunya
Mengembangkan imajinasinya
Menambah perbendaharaan kosa kata baru dan cara pelafalannya
Buku buku yang eye catching sehingga tdk membosankan bagi si kecil yang bergerak tiada henti
Dan cukup interaktif utk mempertahankan konsentasi dan fokusnya, serta memperpanjang attention span-nya

Dan jangan lupa pilihlah buku yang memang sudah diteliti sebelumnya oleh para psikolog pediatrics dan educators.

 

Buku Widya Wiyata Pertama merupakan salah satu alat bagi orang tua untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anak.

Untuk melakukan pemesanan buku2 yang ada di situs www.bukuanakmuslim.com atau ingin menjadi Reseller, Ayah/Bunda bisa menghubungi kami (Educational Product Consultan – EPC) melalui :

CP : Yosa Sylfiana Safitri, M.Psi (Ocha)

Telp/SMS/WA (WhatsApp) : 0878-8711-8706

Email : adm.bukuanakmuslim@gmail.com